Komoditas pala.jpg

Pala Papua

Dengan dukungan pemerintah daerah, fokus Program Ekonomi Hijau Papua pada pemrosesan produk turunan dan pasar komoditas pala

Intervensi Program dalam

Rantai Nilai Pala Papua

Lemak pala telah diidentifikasi sebagai produk yang memiliki banyak potensi dan pada tahun 2019, upaya di Fakfak berfokus pada pengembangan pasar dan teknologi untuk menghasilkan produk ini serta beberapa produk sampingan yang dibuat dari daging buah pala.

 

Tim Ekonomi Hijau Papua berencana untuk mendirikan fasilitas produksi lemak pala kecil di Fakfak dan sedang dalam proses diskusi dengan tiga perusahaan besar Indonesia untuk menerbitkan surat minat (letter of intent) untuk menerima lemak pala.

Pemerintah daerah di Fakfak, khususnya BAPPEDA dan Dinas Perkebunan, telah sangat mendukung upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan produk turunan yang diproduksi secara lokal dari pala.

Prasyarat utama untuk memproduksi lemak pala dalam jumlah yang signifikan adalah mengadopsi teknologi pengeringan tenaga surya dari metode pengeringan asap yang lazim digunakan saat ini, pengeringan asap menyebabkan nilai asam yang tinggi dalam minyak pala, yang membuatnya tidak dapat digunakan dalam produk kosmetik karena dapat menyebabkan iritasi kulit.

 

Percobaan yang dilakukan dengan pengering tenaga surya dan analisisnya telah menunjukkan bahwa kualitas lemak pala dan fuli yang dikeringkan menggunakan pengering tenaga surya lebih baik hasilnya daripada pala yang dikeringkan menggunakan kayu bakar atau fuli yang dikeringkan  langsung di bawah terik sinar matahari.

Diversifikasi Produk Turunan Pala

Komplek Ruko Pasifik Permai Blok G-5 Dok 2 Jayapura, Papua Indonesia