Cari
  • Ekonomi Hijau

Kunjungan Kementerian Desa ke Kabupaten Sorong dan Fakfak

Diperbarui: Jul 28

Februari ini, Ir. Eko Sri Haryanto, MM, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal dan Dwi Rudi Hartoyo, Direktur Harmonisasi Pembangunan Daerah Khusus Kementerian Desa, mengunjungi 2 lokasi intervensi Ekonomi Hijau Papua di Kabupaten Sorong dan Fakfak. Ini adalah kunjungan pertama Ir. Eko Sri Haryanto MM sebagai Dirjen baru Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal ke Papua Barat, sejak dilantik pada tahun 2021.


Dirjen dan rombongan mengunjungi areal budidaya rumput laut di Pulau Arar dan berdiskusi dengan Pak Sahaka, ketua kelompok tani rumput laut di Arar, membahas tentang rencana Pak Sahaka untuk menanam kembali rumput laut di Pulau Arar.

Mendukung gagasan itu, Dirjen menunjuk staf P3MD (Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) di Arar, Ibu Fina, untuk mendukung Kelompok rumput laut Pak Sahaka. Program Ekonomi Hijau Papua juga berencana mendukung logistik dan pembangunan rumah pengeringan tenaga surya untuk kelompok ini.


Di Fakfak, rombongan Kementerian Desa berbagi informasi tentang Peraturan Daerah Bupati terkini terkait juknis pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumkam). Panduan teknis ini ditulis oleh tim Eknomi hijau Papua atas permintaan Pemerintah Fakfak dan rencananya akan dibagikan ke lokasi lain oleh Kementerian Desa. Dalam acara ini Bapak Dwi Rudi Hartoyo juga memberikan informasi atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Bumdes / Bumkam yang disahkan pada tanggal 2 Februari 2021 lalu.


Di Fakfak, Dirjen beserta rombongan turut menyaksikan penandatanganan MoU antara Bumkam (Badan Usaha Milik Kampung) di Brongkendik dengan perusahaan PT Kembang Christapharma yang akan membeli pala balsam warga sekitar. Beliau juga menyaksikan demo produksi balsem pala oleh kelompok perempuan Kelomang yang merupakan kelompok dampingan Program Ekonomi Hijau Papua di Kampung Brongkendik.




33 tampilan0 komentar