Cari
  • Ekonomi Hijau

Memilah Kopi untuk Pasar Berbeda

Pak Maksimus Lani adalah ISP/Pedagang kopi utama di Kabupaten Jayawijaya yang sudah tiga tahun menjadi mitra Program Ekonomi Hijau Papua. Dia merupakan pengumpul utama yang membeli kopi dari petani yang selama ini didukung Program Ekonomi Hijau Papua.


Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan kopi gabah yang dia terima dari petani, pada 23 Oktober lalu Program Ekonomi Hijau Papua memberikan satu unit mesin sortir dan satu unit mesin huller kecil. Mesin sortir ini membantu Pak Maksimus memproduksi empat produk kopi untuk pasar yang berbeda. Memilah empat ukuran biji kopi, yaitu: kelas satu dengan biji besar dan utuh, kelas kedua dengan biji yang lebih kecil sedikit, kelas ketiga yang lebih kecil lagi yang kebanyakannya biji kopi lanang (Peaberry) dan kelas keempat yang merupakan pecahan biji dan biji paling kecil yang dapat diproses sebagai kopi paling murah untuk kedai dan kios kopi kecil dengan harga yang lebih murah.


Mesin huller kecil dapat digunakan untuk mengkuliti biji kopi gabah menjadi biji kopi green bean. Walaupun Pak Maksimus sudah punya mesin huller besar, ia sering mendapatkan volume kopi biji gabah dalam volume kecil. Mesin huller besar yang cukup rumit dan menggunakan BBM cukup banyak, tidak efisien untuk memproses volume biji kopi kecil. Dengan menggunakan mesin huller kecil dia dan keluarganya dapat memproses kopi yang masuk dari petani setiap saat dan cepat, walaupun dalam volume kecil.





9 tampilan0 komentar

Komplek Ruko Pasifik Permai Blok G-5 Dok 2 Jayapura, Papua Indonesia